Category Archives: ISO Series

SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012

Pentingnya Manajemen K3

Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, ditutut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Salah satu persyaratan RSPO dan ISPO adalah harus ada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Salah upaya untuk menerapkan  praktek manajerial yang sesuai dengan tuntutan tersebut adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)-berdasarkan OHSS 18001 dan PP 50 2012 . Upaya awal untuk dapat menerapkan standar tersbut dengan benar dan baik adalah dengan memahami persyaratan persyaratan melalui pelatihan pemahaman.

Penyusunan SOP PHPL dan SVLK

Pentingnya SOP dalam PHPL, CoC FSC dan SVLK

Dalam persyaratan Pengelolaan Hutan Lestari (PHPL) / Sustainable Forest Management, CoC (Chain Of Custody)  dan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu)  Peraturan Menteri Kehutanan, perusahaan diharuskan menetapkan dan menjalankan  prosedur atau SOP. Dengan SOP akan dicapai pengaturan agar tidak terjadi salah komunikasi, menghindari konflik antar fungsi (yang kadang berkepanjangan) atau bahkan saling melepaskan tanggung jawab, yang pada akhirnya dapat berakibat pada menurunnya kinerja organisasi itu sendiri.

Pemahaman Penerapan Integrasi RSPO dan ISPO

Pentingnya RSPO & ISPO

Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, dituntut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Hal tersebut berdasarkan tuntutan pembeli / buyer (Supermarket terbesar di Swiss “Migros”) , LSM  (miasl Sawit Watch ) dan pemerintah.

Pemahaman Penerapan Integrasi ISO 9001, SMK3, COC

Pentingnya COC DAN VLK

Saat ini sertifikat ISO 9001, CoC (Chain Of Custody) FSC (Forest Stewardship Council)  dan SMK3 (PP NO 50 2012) sudah menjadi  persyaratan dari buyer jika perusahaan kayu ingin memperoleh kontrak atau order. Munculnya sikap konsumen tersebut berawal dari kesadaran bahwa kondisi lingkungan terutama hutan semakin memprihantinkan dimana jumlah hutan dan kualitas hutan sejaa tahun 1980an cenderung menurun. Hal tersebutlah yang membuat industri kayu harus menerapkan sistem manajemen Chain  of Custody  (CoC) standar FSC (Forest Stewardship Council), SMK3 Dan ISO 9001. 

Pemahaman Penerapan Integrasi CoC dan SVLK

Pentingnya COC dan VLK

Saat ini sertifikat CoC FSC Dan  VLK  sudah menjadi  persyaratan dari buyer jika perusahaan kayu ingin memperoleh kontrak atau order.. Munculnya sikap konsumen tersebut berawal dari kesadaran bahwa kondisi lingkungan terutama hutan semakin memprihantinkan dimana jumlah hutan dan kualitas hutan sejaa tahun 1980an cenderung menurun. Hal tersebutlah yang membuat industri kayu harus menerapkan sistem manajemen Chain  of Custody  (CoC) standar FSC (Forest Stewardship Council) dan SVLK Peraturan Menteri Kehutanan.