Category Archives: Operation Series

Quality Assurance for Business Excellence

Pendahuluan

Pernahkan perusahaan Anda di hadapkan pada kondisi :

  1. Banyaknya komplain dari pelanggan, baik melalui call center, surat, formulir saran, atau surat pembaca?
  2. Tingginya waktu kerja terbuang untuk melakukan pekerjaan ulang, karena proses kerja tidak efektif?
  3. Merasa kurangnya waktu kerja dibandingkan tugas kerja, karena tinggi kesalahan dalam proses?
  4. Cost of Poor Quality (COPQ) meningkat  karena internal failure maupun external failure?

Emergency Response & Media Simulation

Introduction: When disaster strikes “Panic” is not the solution; appropriate response and media handling knowledge is the concern. Emergency response and how to start handling it becomes most important skills for Health Safety Environment & Security (HSES) managers/officers and the Communication Division.

ISO 9001:2015

Standar Internasional ISO 9001:2015 telah diikuti dan diimplementasikan di 170 negara.Dan ketika Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, maka perusahaan/ organisasi perlu menetapkan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutunya sesuai persyaratan standar sebagai landasan penerapan dan peningkatan mutu yang berkesinambungan. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015.

Behavior Based Safety

Latar Belakang

Sebagian besar hasil  investigasi kecelakaan membuktikan bahwa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia yang bertindak tidak aman (unsafe act).

Pendapat dari Heinrich yang dikenal sebagai pakar menyimpulkan dalam teori kecelakaan menyatakan bahwa 80% penyebab terjadinya kecelakaan disebabkan oleh unsafe act, 18% disebabkan oleh unsafe condition dan 2% disebabkan oleh faktor lain.

OHSAS 18001:2007

OHSAS 18001:2007 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. OHSAS 18001:2007 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktivitas-aktivitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul. Standar tersebut dapat diterapkan pada setiap organisasi yang berkemauan untuk menghapuskan atau meminimalkan resiko bagi para karyawan dan pemegang kepentingan lainnya yang berhubungan langsung dengan resiko K3 menyertai aktifitas-aktifitas yang ada.